Pesta Buku Murah Banyuwangi 2007

Cetak
PDF

Gandrung Membaca, Bukan Sebatas Slogan Pameran
Oleh : Tri Prasetyo

“Gandrung Membaca, Cerdas dan Bersahaja”, tema pameran “Pesta Buku Murah Banyuwangi 2007” yang diselenggarakan Buka Buku Production wilayah Jawa Timur nampaknya bukan hanya sebatas slogan. Namun, benar-benar menjadi salah satu gerakan yang dimotori Perpustakaan Umum Kabupaten Banyuwangi dan didukung penuh oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Gandrung Membaca, Cerdas dan Bersahaja”, tema pameran “Pesta Buku Murah Banyuwangi 2007” yang diselenggarakan Buka Buku Production wilayah Jawa Timur nampaknya bukan hanya sebatas slogan. Namun, benar-benar menjadi salah satu gerakan yang dimotori Perpustakaan Umum Kabupaten Banyuwangi dan didukung penuh oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Gerakan Banyuwangi Membaca yang diadakan pada 16-22 Mei 2007 di Gedung Wanita Paramitha, Taman Blambangan, Banyuwangi ini dihadiri lebih dari 7.000 siswa dari berbagai usia dan sekolah. Dan, ini merupakan wujud gebrakan yang patut diapresisasikan.

Wujud pengapresiasian ini tak hanya diikuti oleh para siswa saja, melainkan pula artis penyanyi Denada yang notabene keturunan asli Banyuwangi. Pada kesempatan itu, Denada mencanangkan perpustakaan desa yang menjadi binaannya selama ini. Bersamaan dengan itu, turun pula peraturan Bupati tentang Gerakan Banyuwangi Membaca yang diimplementasikan dalam beberapa kegiatan yang ada di kalangan dinas hingga masyarakat umum.

Pameran yang terdiri atas 40 stan ini bisa dibilang menjadi momen penting dalam pengembangan wacana buku di kota yang terkenal dengan tradisinya yang kuat itu. Pasalnya, pameran ini merupakan pameran buku pertama yang diadakan di kota tersebut.

Hal ini terbukti dengan tingginya antusiasme para penulis lokal, seniman, dan budayawan dari generasi tua hingga muda yang turut berpartisipasi dalam pameran tersebut. Mereka berbaur menjadi satu dalam berbagai acara pendukung yang ada di arena pameran.

Kehadiran penerbit nasional dengan berbagai wacananya pun menjadi satu gebrakan yang disambut luar biasa oleh para pengunjung pameran. Dengan adanya penerbit nasional yang turut memeriahkan pameran itu, berarti kesempatan untuk membuka ruang informasi tentang dunia penulisan dan perbukuan semakin terbentang luas.

Semangat yang ditunjukkan untuk membangun Banyuwangi dalam hal pengembangan wacana ini sangat terlihat dari berbagai acara diskusi dan talkshow yang melibatkan hampir 80% penulis, budayawan dan seniman lokal di Banyuwangi.

Adapun penerbit yang berpartisipasi dalam pameran ini adalah IBS, Mizan (Bandung), Raja Grafindo, Pustaka Barokah (Surabaya), Agromedia Pustaka Group, Trans Media Group , Buku Kita Distribusi,  Penabar Swadaya Group, El Fany (Jakarta), Sibuk Maind, TB. Syarikat (Malang), TB. Diskon Toga Mas (Jember) Kanisius, Andi Offset, Imam Grosir, Media Pressindo, dan Yusuf Agency (Jogjakarta). Selain itu, turut berpartisipasi pula Radar Banyuwangi, LBB, Pijar, Komunitas Penulis Banyuwangi, serta Stan Braille.

Event lain yang cukup penting adalah Pemecahan Rekor Muri untuk Lomba Mewarnai logo pemkab Banyuwangi. Arena sepanjang 5 km dipenuhi oleh 13.115 siswa yang mengikuti lomba mewarnai itu. Penyerahan piagam MURI yang berlangsung di arena pameran, disaksikan oleh seganap jajaran pemerintah daerah Kab. Banyuwangi, Tim Muri Jakarta, dan Media Massa.

Bisa dibilang, tak hanya acara inti saja yang mengundang decak kagum para pengunjungnya. Melainkan pula acara pendukungnya. Wisata buku, parade band,  fashion show, lomba mewarnai, lomba debat antar SMU/SMK se-Kab. Banyuwangi, pentas teater Sanggar Merah Putih, parade puisi, diskusi budaya “Santet dan Rasa Cinta”, launching majalah budaya “Seblang”,  bedah buku Anda Luar Biasa bersama Eni Kusuma (penulis asli Banyuwangi) dan Wacana Sekolah Gratis di Banyuwangi adalah beberapa acara pendukung yang cukup menarik perhatian para pengunjung.     

Kesuksesan acara ini ditandai pula dengan data statistik pengunjung yang menghadiri pameran tersebut. Tidak kurang 2000-6000 orang hadir setiap harinya di arena pameran. Rata-rata, mereka adalah rombongan keluarga dan siswa dari berbagai daerah di Banyuwangi.

Meskipun pengunjung yang datang setiap harinya tidak membludak seperti di kota sebelumnya, tapi daya beli masyarakat yang berkunjung cukup tinggi. Total omset selama pameran berlangsung hampir mencapai Rp 480 juta. Jadi, kalau ada yang menganggap bahwa daya beli masyarakat daerah terhadap buku itu rendah, jawabnya salah. Tinggal menunggu langkah selanjutnya, investasi buku di Banyuwangi.

Template Plazza @ 2010 - Buka Buku Production
Situs web ini dikelola oleh WebContent Kelompok AgroMedia