| 29 Oktober 2007
Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 11-17 Juli 2007, Buka Buku Production wilayah Jawa Timur menyelenggarakan Pesta Buku Murah Kediri dengan mengusung slogan "Kotaku Bersemi, Baca Buku Jadi Tradisi".Pesta buku yang dihadiri oleh berbagai kalangan, seperti anggota legislatif, dewan pendidikan, dosen, dan media massa ini, bisa dikatakan sebagai salah satu ajang kajian untuk mengukur minat baca masyarakat Kediri. Terlebih lagi, momen ini hadir bertepatan dengan rangkaian HUT Kota Kediri ke-1128. Dengan demikian, pelaksanaan pameran buku nasional yang kali pertama diadakan di Kediri ini cukup menjadi pusat perhatian masyarakat yang berada di kota tersebut.
Acara yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl. Mayjend Soengkono 28, Kediri ini diikuti oleh hampir 100 penerbit nasional dari 7 kota di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah AgroMedia Pustaka, TransMedia, Buku Kita, Dian Rakyat, Hani Bani, Niaga Swadaya, My Books (Jakarta), Raja Grafindo, Prenada Media, Komunitas Buku Surabaya/gabungan 11 penerbit, CMS (Surabaya), Mizan, NQS, IBS, Iqro Media, Anisa (Bandung), Kanisius, Media Pressindo, Ire Press, Andi Offset, Diva Press, Imam Grosir, Beranda Pustaka, Fikry Agency, Hikmah Media, Aridho Agency (Jogjakarta), Al Faza (Solo), Dioma, Sibuk Maind Distribusi, TB.Syarikat, UIN Press (Malang) dan TB. Cakrawala (Kediri).
Pesta buku yang dibuka langsung oleh Walikota Kediri Bp. A. Maschut ini dihadiri pula oleh Wakil Walikota Bp. Edianto, Kapolresta AKBP Putu Jayan Danu Putra, Dandim 0809 Letkol Endy Servandi, Kepala Dinas Pendidikan Bp. Maki Ali, serta 100 tamu undangan lainnya.
Pembukaan Pesta Buku Kediri 2007 ini dimeriahkan oleh pementasan Tari Jaranan yang menjadi salah satu tarian kebanggaan kota Kediri. Bertepatan dengan itu, Walikota Kediri, Bp. A. Maschut dinobatkan sebagai "Mbahe Jaranan" atau pembina tari Jaranan.
Sambutan dan antusiasme Walikota serta jajaran Pemerintah Kota Kediri ini diwujudkan dalam simbolisasi kotak amal buku dan penyematan PIN pameran "AKU JARAN-JawaRa bAca Nulis". Tidak hanya itu, Walikota pun menghadiahkan buku kepada jajararannya yang dibeli di beberapa stan peserta pameran dan langsung memberikan mandat kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk menjadikan agenda pameran buku ini sebagai agenda tahunan kota Kediri. Melalui pameran ini, Walikota menyatakan sangat membuka diri akan adanya investasi buku di Kediri, baik berupa toko buku maupun yang lainnya.
Pameran buku ini tidak hanya dimeriahkan oleh para penerbit saja. Melainkan pula dimeriahkan oleh berbagai acara lainnya. Seperti halnya dance competition, fashion show, lomba khotbah/pidato, pentas rebana, lomba debat antar-SMU dan Pesantren, lomba mewarnai, pentas teater oleh Teater SAKA dari MAN 3 Kediri, parade puisi, musik asyik, diskusi budaya yang menghadirkan Elia "Membukukan budaya lisan di Kediri", Komunitas EDUM "Cerita Panji Sebagai Ikon Kediri?", diskusi wacana pesantren yang menghadirkan Pengasuh PP. Lirboyo Gus Reza "Peran Serta Pesantren dalam gerakan Minat Baca", bedah buku penerbit Dioma "Visum Et Repertum" oleh Dr. Triana Ohoiwutun, bedah buku penerbit UIN Press "Siapa Penentu Jenis Kelamin Bayi?", KRC Kediri "Novel Apakah Bibirmu Masih Perawan" oleh M. Darwis, temu artis penulis Merlyn Sophian Miss Waria 2006 dan Penulis Buku Perempuan Tanpa V, workshop pengajaran bahasa Inggris untuk guru TK dan SD, wisata buku bersama TPQ Kediri, dongeng Franklin, bursa naskah dan diskusi "Cara Cerdas Menerbitkan Buku" oleh Forum Editor Indonesia (FEI) bersama Sekjend FEI Hikmat Kurnia, Redaksi GagasMedia Windy Ariestanty, Yoke Sapto Hudoyo dari TBM. Paragrap 01.
Sambutan luar biasa pun terpancar dari masyarakat Kediri yang mengunjungi pameran tersebut. Tercatat sejak hari pertama para pengunjung langsung membanjiri stan-stan yang ada di pameran. Bahkan "pasar senggol" (salah satu ukuran membludaknya pengunjung) di arena pameran telah terjadi sejak hari ketiga pelaksanaan. Hal ini membuat panitia harus menutup pamerannya melebihi waktu yang ditentukan, yakni pukul 21.00 WIB, menjadi pukul 22.30 WIB. Kehadiran grup band PADI yang berada persis di seberang kali Brantas di depan gedung GNI juga menjadi warna tersendiri di arena pameran. Tidak kurang 4000-9000 pengunjung hadir tiap hari selama tujuh hari pelaksanaan pameran.
Omset penjualan penerbit pun tidak mengecewakan. Tidak kurang dari 580 juta dibelanjakan masyarakat Kediri di pameran ini. Walaupun secara katagori produk yang diminati konsumen masih didominasi buku-buku penunjang pelajaran dan buku-buku hobi, tapi buku-buku wacana agama dan sosial politik pun juga banyak dicari pengunjung. Hal ini menunjukan betapa minat baca dan daya beli masyarakat Kediri cukup tinggi.
Kesuksesan pameran ini tidak lepas dari dukungan Radar Kediri, Pemerintah Kota Kediri, 8 Radio Kediri, kalangan dunia usaha di Kediri, para peserta setia pameran Buka Buku Production di Jawa Timur, dan kesolidan tim Buka Buku Production. Bukan Bursa Buku Biasa adalah gambaran dalam event nasional pameran buku di Kediri ini.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



...
@ 2010 -